Selasa, 08 November 2011

rumahpisang @ belibu.com # Oktober 2011

http://www.belibu.com/profil-entrepreneur/50/kreasi-penuh-cinta-sang-nyonya-dari-rumah-pisang
Kreasi Penuh Cinta Sang Nyonya dari Rumah Pisang
Bermula dari kejenuhan dalam berkarir setelah malang-melintang dalam dunia marketing selama 17 tahun dan keinginan untuk mendampingi anak-anak gadisnya yang mulai beranjak remaja, membuat Dhani R Satyadharma  memutuskan untuk berhenti bekerja dan fokus menjadi ibu rumah tangga.

Wanita yang akrab disapa mbak Dhani merasa bahwa dua anak gadisnya butuh tempat berbagi dan ia ingin melihat, mengamati dan merasakan bagaimana mereka tumbuh dari waktu ke waktu  sampai menjadi wanita dewasa. Perannya yang baru sebagai full time mother and housewife diwarnai dengan aneka kesibukan mulai dari mengatur menu sehari-hari . mengantar dan menjemput les bahasa inggris  dan tari balet memang cukup menyita waktu namun sekaligus juga menyenangkan baginya.
Namun mungkin karena sudah terbiasa bekerja sejak gadis hingga ia pun merasa masih ingin melakukan sesuatu yang membuat Mbak Dhani untuk bisa terus mengasah ketrampilan dan menggali potensi lain yang ada dalam dirinya. Banyak hal telah ia coba tekuni. Mulai dari membuat tulisan/cerita, menjahit, melukis, membuat kue, hingga memasak.  Dari semua kegiatan tersebut nampaknya hal terakhirlah yang mendapat dukungan dari keluarga tercinta, terutama mama dan mama mertua yang memang jago masak dan membuat kue.
Setelah mengikuti beberapa kursus masak dan kue mbak Dhani mulai berani untuk berkreasi membuat penganan untuk dikonsumsi di kalangan keluarga dan teman-teman dekat. Ternyata responnya amat sangat positif. Maka dari itu akhirnya Mbak Dhani mulai berani untuk menerima pesanan. Awalnya sih hanya kue kering dan cake untuk Natal dan Tahun Baru. Dengan menggunakan label Marsstrawberry Cake, Mbak Dhani mulai memasarkan dagangannya secara online pula agar lebih dikenal masyrakat luas.
Tak terasa bisnis kuenya telah berjalan 5 tahun dan itu membuatnya mulai memikirkan sesuatu yang baru dan khas untuk ditawarkan.  Dan dari semua jenis produknya, dipilihlah banana cake. Terlintas dalam benaknya untuk membuat banana cake menjadi komoditi yang bisa multiguna; artinya, bisa selain untuk dikonsumsi juga layak untuk dijadikan sebagai buah tangan atau hadiah yang ekslusif. Untuk itu ia mulai memikirkan mulai dari ukuran, bentuk dan juga kemasan sampai ke isi yang lebih variatif dan inovatif.
Dengan mengandalkan resep keluarga, mbak Dhani mencoba untuk memodifikasinya sehingga rasanya lebih modern dan kaya rasa. Selain itu ia juga mengkreasikan aneka Loyang mungil yang telah lama menjadi koleksi dapurnya. Dan akhirnya terciptalah banana cake dengan merek Rumah Pisang yang memiliki lapisan di setiap layernya. Mulai dari keju, cokelat, kacang, oatmeal, dan buah-buahan seperti cranberries , kurma dan pisang itu sendiri.
Dan mengikuti trend gaya hidup sehat, mbak Dhani juga membuat produk banana cake buatannya lebih ‘bersahabat’ untuk  konsumennya yang alergi telur dan diabetes dengan membuat varian eggless banana cake (tanpa telur) dan sugar free yang tanpa gula dengan mengandalkan rasa manis dari buah-buahan.
Yang paling penting juga, banana cake buatannya anti menggunakan bahan pengawet ataupun perasa buatan. Semua bahan dijamin menggunakan bahan asli berkualitas tinggi. Ukurannya pun sengaja dibuat mungil  dan khas dengan bentuk stick cake (15 cm x 4 cm x5 cm) di mana setiap jenisnya terdiri dari 3 lapis dan tiap lapisannya diberi bahan isian sehingga irisan yang dihasilkan pun cantik dan dapat dinikmati tanpa rasa enek. Dikemas dalam boks cantik nan mungil membuatnya pun sangat layak untuk dijadikan hantaran di berbagai kesempatan special, sesuai dengan motto yang disandangnya: homemade banana cake for every season and every reason.
Produk banana cake  buatan Rumah Pisang ini sudah dibawa melanglang buana mulai dari Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Tegal, Purwokerto, Malang, Semarang, Sidoarjo, Surabaya, Bali, Padang, Malaysia dan Belanda
Sekarang ia merasa bahwa apa yang menjadi cita-citanya sejak kecil tercapai sudah; menjadi ibu rumah tangga yang baik dan juga sebagai seorang guru yang semuanya ia yakini karena berkat campur tangan Tuhan yang begitu besar dan tiada henti . Di  samping kesibukannya membuat kue, aktivitasnya saat ini  adalah mengajar lukis dan mengajar kursus membuat kue di kala senggang . Disinggung mengenai rahasia suksesnya, wanita ayu berusia 43 tahun yang nampak awet muda ini mengatakan bahwa keinginan untuk mau selalu belajar, bersyukur, member dengan kasih serta yang tak ketinggalan adalah menaruh cinta sebagai bumbu utama dalam setiap pekerjaan yang dilakukannya adalah kiatnya dalam mencapai sukses. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar